Sensor level bahan bakar OEM
Sensor level bahan bakar Original Equipment Manufacturer (OEM) dipasang oleh pabrikan saat produksi kendaraan. Sensor ini dirancang untuk mengukur tingkat bahan bakar di dalam tangki secara akurat dan mengirimkan informasi penting ini secara mulus ke dasbor kendaraan serta sistem penting lainnya.
Sensor level bahan bakar standar (OEM) bekerja berdasarkan prinsip variasi hambatan listrik yang berkaitan dengan tingkat bahan bakar di tangki. Sensor ini dilengkapi elemen pelampung yang naik dan turun seiring perubahan level bahan bakar. Saat level bahan bakar berfluktuasi, hambatan juga berubah, sehingga mengubah sinyal keluaran sensor.
Akuisisi data melalui CAN / OBDII
CAN (Controller Area Network) dan OBDII (On-Board Diagnostics 2) adalah dua protokol berbeda yang digunakan dalam industri otomotif untuk bertukar informasi dan mendiagnosis kendaraan.
CAN adalah bus data standar yang memungkinkan komunikasi antar berbagai komponen dan perangkat pada kendaraan. Ini digunakan untuk mentransfer data antar sistem berbeda seperti mesin, transmisi, sistem keselamatan, dan lainnya. CAN menyediakan kecepatan transfer data tinggi dan toleransi kesalahan, sehingga ideal untuk digunakan pada otomotif.
OBDII, di sisi lain, adalah standar diagnostik kendaraan yang menggunakan protokol komunikasi, termasuk CAN, untuk bertukar informasi antara komputer kendaraan dan alat diagnostik eksternal. OBDII memberikan akses ke berbagai parameter kendaraan seperti putaran mesin, suhu pendingin, level bahan bakar, dan lainnya.
Untuk mendapatkan data bahan bakar menggunakan CAN dan OBDII, Anda memerlukan GPS tracker yang mendukung protokol tersebut. Pilihan GPS tracker semacam itu cukup banyak. Anda dapat merujuk pada daftar lebih dari seribu perangkat yang didukung oleh platform Navixy untuk memilih GPS tracker sesuai kebutuhan Anda pada tautan berikut: https://www.navixy.com/devices/ .
Perlu dicatat bahwa GPS tracker berbasis CAN mengirimkan lebih banyak informasi telemetri yang dapat digunakan untuk skenario manajemen armada yang kompleks dan rinci. Di sisi lain, tracker OBDII memiliki proses pemasangan yang lebih mudah. Mari kita lihat opsi paling sederhana untuk menghubungkan tracker melalui konektor OBDII. Untuk ini, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:
Temukan konektor OBDII di kendaraan Anda. Biasanya terletak di bawah kemudi atau di dekat panel instrumen.
Sambungkan GPS tracker ke konektor OBDII. Pastikan GPS tracker berisi kartu SIM untuk transmisi data telematika dan bahwa pin terhubung dengan baik serta posisinya sesuai.
Nyalakan kendaraan dan periksa apakah GPS tracker berfungsi. Tunggu sebentar agar tracker menginisialisasi koneksi. Tracker seharusnya mulai menerima data tentang bahan bakar dan parameter kendaraan lainnya serta mengirimkannya melalui Internet.
Periksa data yang Anda terima dari GPS tracker di akun Navixy Anda. (Ingat untuk mengaktifkan GPS tracker sebelum digunakan)

Menghubungkan tracker ke input analog
Dalam beberapa kasus Anda dapat menghubungkan GPS tracker ke input analog sensor OEM. Proses ini jauh lebih rumit, karena, pertama, sebagian besar GPS tracker modern biasanya menggunakan antarmuka digital untuk transmisi data, sehingga Anda perlu memastikan bahwa tracker memiliki kemampuan untuk bekerja dengan data analog. Kedua, koneksi langsung memerlukan pekerjaan tambahan yang terkait dengan pengabelan kabel tambahan. Namun, jika Anda memiliki GPS tracker tertentu dengan keluaran analog, langkah-langkah berikut dapat membantu Anda menghubungkannya ke input analog:
Pastikan GPS tracker memiliki keluaran analog yang dapat dihubungkan ke input analog perangkat atau sistem Anda.
Temukan kabel yang menghubungkan terminal sensor level bahan bakar OEM.
Dengan menggunakan kabel atau adaptor yang sesuai, sambungkan keluaran analog GPS tracker ke input analog perangkat atau sistem Anda. Pastikan Anda memiliki konektor yang kompatibel.
Jika perlu, sesuaikan pengaturan input pada perangkat atau sistem Anda sehingga dapat mengenali dan memproses sinyal dari GPS tracker dengan benar, termasuk penarikan (taring).
Periksa koneksi dan pengaturan untuk memastikan bahwa data dari GPS tracker dikirimkan dan diproses dengan benar oleh perangkat atau sistem Anda.
Perlu dicatat bahwa petunjuk khusus untuk menghubungkan GPS tracker Anda ke input analog dapat bervariasi tergantung pada merek dan model perangkat atau sistem Anda. Direkomendasikan untuk merujuk pada dokumentasi atau manual pengguna perangkat atau sistem Anda, dan berkonsultasi dengan pabrikan GPS tracker untuk instruksi dan rekomendasi yang tepat.
Last updated
Was this helpful?