Kalibrasi sensor level bahan bakar (tara)
Kalibrasi sensor bahan bakar
Pemantauan tingkat bahan bakar yang akurat sangat penting untuk operasi dan pemeliharaan kendaraan, mesin, dan tangki penyimpanan yang efisien. Untuk memastikan pembacaan yang presisi, kalibrasi sensor tingkat bahan bakar, khususnya taring (penetapan nol), memainkan peran penting. Dalam artikel ini, kami akan membahas mengapa taring itu penting, alur kerja yang terlibat, dan aspek utama yang perlu diingat selama proses tersebut.
Mengapa kalibrasi itu penting?
Kalibrasi merujuk pada proses menetapkan garis dasar atau titik nol untuk sensor tingkat bahan bakar. Ini menghilangkan kesalahan yang disebabkan oleh variasi mekanis atau drift listrik pada sensor, sehingga memastikan pembacaan tingkat bahan bakar yang akurat. Berikut beberapa alasan kunci mengapa taring itu penting:
Presisi: taring memungkinkan pengukuran tingkat bahan bakar yang akurat, meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah masalah potensial yang timbul dari pembacaan yang salah.
Efisiensi Biaya: Pengukuran tingkat bahan bakar yang akurat yang diperoleh melalui taring membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar, meminimalkan pemborosan, dan mengurangi biaya.
Perencanaan Pemeliharaan: Data tingkat bahan bakar yang benar memungkinkan perencanaan pemeliharaan secara proaktif, mencegah kerusakan yang tidak terduga, dan memastikan kinerja mesin dan kendaraan yang optimal.
Keselamatan: Pembacaan tingkat bahan bakar yang dapat diandalkan penting untuk operasi yang aman, karena membantu mencegah kebocoran bahan bakar, limpahan, dan situasi berbahaya lainnya.
Kalibrasi sensor tanpa aksesori tambahan
Kalibrasi sensor tanpa aksesori tambahan dapat menjadi tugas yang menantang karena peralatan dan alat tambahan sering kali diperlukan untuk kalibrasi yang akurat. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk proses kalibrasi dasar tanpa aksesori tambahan:
Identifikasi Parameter Kalibrasi: Pahami parameter spesifik yang perlu dikalibrasi untuk sensor Anda. Ini dapat mencakup faktor seperti sensitivitas, akurasi, atau offset nol.
Pengukuran Garis Dasar: Ambil pengukuran garis dasar dari keluaran sensor dalam kondisi saat ini. Ini akan berfungsi sebagai titik referensi untuk perbandingan selama proses kalibrasi.
Pertimbangan Lingkungan: Pastikan lingkungan tempat sensor berada stabil dan sesuai untuk kalibrasi. Faktor seperti suhu, kelembapan, atau gangguan elektromagnetik dapat memengaruhi kinerja sensor.
Masukan Terkontrol: Jika memungkinkan, berikan masukan yang terkontrol ke sensor untuk mensimulasikan kondisi yang diketahui. Misalnya, jika mengkalibrasi sensor suhu, paparkan ke sumber suhu yang stabil seperti bak air atau oven dengan suhu yang diketahui.
Perbandingan: Bandingkan keluaran sensor dengan nilai yang diharapkan berdasarkan masukan terkontrol atau sumber referensi. Gunakan instrumen pengukuran atau standar yang sesuai untuk menentukan akurasi pembacaan sensor.
Penyesuaian: Jika ada perbedaan antara keluaran sensor dan nilai yang diharapkan, lakukan penyesuaian pada pengaturan sensor jika tersedia. Beberapa sensor mungkin memiliki parameter kalibrasi yang dapat disesuaikan untuk meningkatkan akurasi.
Validasi: Ulangi proses pengukuran dan perbandingan setelah melakukan penyesuaian untuk memastikan keluaran sensor sekarang lebih sesuai dengan nilai yang diharapkan. Jika perlu, iterasikan proses penyesuaian hingga memperoleh hasil yang memuaskan.
Dokumentasi: Simpan catatan terperinci dari proses kalibrasi, termasuk pengukuran garis dasar, penyesuaian yang dilakukan, dan hasil validasi. Dokumentasi yang tepat penting untuk keterlacakan dan referensi di masa mendatang.
Meskipun langkah-langkah di atas memberikan kerangka kerja dasar untuk kalibrasi sensor tanpa aksesori tambahan, penting untuk dicatat bahwa akurasi dan presisi kalibrasi mungkin terbatas tanpa peralatan kalibrasi khusus. Dalam banyak kasus, alat dan aksesori khusus diperlukan untuk mencapai hasil yang akurat dan dapat diandalkan.
Kalibrasi sensor menggunakan tabung tangki
Tabung tangki berfungsi sebagai komponen penting dalam kalibrasi sensor tingkat cairan. Pada dasarnya, itu adalah pipa plastik dengan panjang sekitar 700 mm dan diameter dalam sekitar 50 mm. Salah satu ujung pipa harus ditutup dan disegel secara hermetis. Kadang-kadang, produsen menyertakan pipa plastik sebagai bahan kemasan bersama sensor itu sendiri. Proses tabung tangki adalah metode yang banyak digunakan untuk mengkalibrasi sensor tingkat cairan. Prosedur ini melibatkan penggunaan tangki berbentuk tabung yang dilengkapi tanda volume yang presisi untuk memverifikasi dan menyetel akurasi pembacaan sensor. Pada bagian berikut, kami akan mengeksplorasi gambaran komprehensif tentang proses kalibrasi sensor dengan menggunakan tabung tangki:
Persiapan pemasangan: Mulailah dengan memperoleh atau membuat tangki berbentuk tabung dengan tanda volume yang jelas di sepanjang panjangnya. Tangki harus terbuat dari material yang kompatibel dengan cairan yang digunakan untuk kalibrasi.
Persiapan: Pastikan tangki dibersihkan dengan teliti untuk menghilangkan sisa atau kotoran yang dapat memengaruhi akurasi proses kalibrasi.
Pemasangan: Pasang sensor tingkat cairan yang akan dikalibrasi ke tabung tangki. Ikuti petunjuk pabrikan untuk pemasangan sensor yang benar, pastikan terpasang dengan aman dan sejajar.
Kalibrasi Garis Dasar: Sebelum melanjutkan ke kalibrasi, tetapkan titik kalibrasi garis dasar. Isi tabung tangki dengan cairan hingga tanda referensi yang diketahui, seperti nol atau level yang telah ditentukan. Catat keluaran sensor pada titik referensi ini.
Pengujian Kalibrasi: Mulailah proses kalibrasi dengan mengisi tabung tangki secara bertahap, idealnya menggunakan beberapa tanda referensi yang diketahui di sepanjang panjang tangki. Untuk setiap tanda referensi, catat keluaran sensor yang sesuai.
Analisis Data: Bandingkan keluaran sensor yang dicatat dengan tingkat cairan aktual yang ditunjukkan oleh tanda referensi yang diketahui. Identifikasi setiap penyimpangan atau kesalahan antara pembacaan sensor dan nilai yang diharapkan.
Penyesuaian: Jika terdapat penyimpangan pada pembacaan sensor, lakukan penyesuaian yang sesuai untuk menyelaraskan keluaran sensor dengan tingkat cairan aktual. Ini dapat melibatkan pengubahan pengaturan kalibrasi atau melakukan penyesuaian perangkat keras pada sensor.
Validasi: Setelah melakukan penyesuaian, ulangi proses pengujian kalibrasi untuk memverifikasi akurasi pembacaan sensor. Pastikan bahwa sensor sekarang memberikan pengukuran yang akurat di seluruh rentang tingkat cairan.
Dokumentasi: Simpan catatan terperinci dari proses kalibrasi, termasuk kalibrasi garis dasar, penyesuaian yang dibuat, dan hasil validasi. Dokumentasi yang tepat penting untuk keterlacakan dan referensi di masa mendatang.
Pemeliharaan Rutin: Kalibrasi sensor bukanlah tugas satu kali; harus dilakukan secara berkala untuk memastikan akurasi yang berkelanjutan. Faktor seperti drift sensor, perubahan lingkungan, atau keausan dapat mengharuskan kalibrasi ulang dari waktu ke waktu.
Perlu dicatat bahwa rincian spesifik dari proses kalibrasi tabung tangki dapat bervariasi tergantung pada jenis dan model sensor tingkat cairan yang dikalibrasi. Selalu merujuk ke pedoman dan dokumentasi pabrikan untuk instruksi yang tepat sesuai sensor Anda. Kalibrasi tangki bahan bakar.
Kalibrasi Tangki diperlukan untuk mengonversi pembacaan bahan bakar dalam sinyal digital atau volt menjadi galon atau liter.
Kalibrasi tangki penuh
Semua praktik kalibrasi mengikuti rutinitas yang kurang lebih sama:
Tuangkan volume bahan bakar yang diukur dengan akurat ke dalam tangki. Ini disebut pass. Setiap pass harus setidaknya 1/10 hingga 1/20 (lebih disarankan) dari volume total tangki, mis. 20 liter. Dengan cara ini tabel kalibrasi akan memiliki dari 10 hingga 20 (lebih disarankan) entri. Ada banyak teknik yang dapat diterapkan oleh kru pemasangan untuk mengukur volume bahan bakar secara akurat untuk satu pass. Misalnya, pompa transfer dengan meter atau pembagian di stasiun pengisian bahan bakar.
Periksa nilai di laptop. Buat entri ke tabel kalibrasi sebagai berikut: nilai sensor - jumlah liter/galon.
Lakukan pass lain dan entri lain ke tabel. Ulangi hingga tangki penuh.
Jika tangki memiliki bentuk kompleks, volume pass harus dibagi dua ketika mencapai titik yang “berbelok” (crooked).
Tambahkan entri dari tabel kalibrasi ke platform pelacakan GPS (Buka Devices and settings => Sensors and buttons => Add measurement sensor). Beberapa sensor mendukung opsi mengunggah tabel kalibrasi tangki dari file (mis. Fuel sensors by Omnicomm). Jika tidak, harus ditambahkan secara manual.

Untuk mempelajari seni membuat dan mengonfigurasi sensor, serta menambahkan data kalibrasi di Navixy, jelajahi bagian Sensors settings. Temukan dunia kemungkinan yang menunggu untuk dijelajahi!
Last updated
Was this helpful?